Sosial Budaya

Unik dan Sarat Makna, Tari Wutukala dari Pesisir Sorong Papua Barat

×

Unik dan Sarat Makna, Tari Wutukala dari Pesisir Sorong Papua Barat

Share this article
Tarian Wutukala, yaitu tarian tradisional masyarakat pesisir Sorong yang merepresentasikan ekspresi syukur dan warisan budaya (Foto: Youtube/Indonesiakaya)

PAPUA- Tari Wutukala merupakan tarian tradisional masyarakat pesisir Sorong, Papua Barat, yang merepresentasikan ekspresi rasa syukur sekaligus warisan budaya turun-temurun. Tarian ini berangkat dari aktivitas berburu ikan sederhana yang kemudian berkembang menjadi simbol kehidupan dan kearifan lokal suku Moy.

Dilansir dari laman Indonesia Kaya, Tari Wutukala menggambarkan adegan nelayan yang menari di pesisir Papua Barat. Para penari membawa tombak sebagai alat berburu, mengenakan hiasan bulu burung cenderawasih, serta lukisan tubuh berwarna putih dan hitam yang khas dalam tradisi Papua.

Tari Wutukala berasal dari wilayah Sorong dan menjadi milik budaya suku Moy setempat. Kesenian ini kerap dipentaskan dalam berbagai upacara adat maupun kegiatan seremonial masyarakat pesisir. Tarian biasanya ditampilkan secara berkelompok, melibatkan penari pria dan wanita yang bergerak selaras dan harmonis.

Pola gerak tersebut mencerminkan aktivitas berburu ikan tradisional yang dilakukan bersama oleh masyarakat pesisir, baik laki-laki maupun perempuan. Pada awal pertunjukan, para penari pria memasuki arena dengan formasi menyerupai kegiatan berburu ikan di laut. Tidak lama kemudian, para penari wanita menyusul sambil membawa noken sebagai wadah hasil tangkapan.

Penari perempuan mengenakan busana dari daun sagu serta hiasan kepala yang menyerupai burung cenderawasih. Gerakan tarian menggambarkan mata pencaharian utama suku Moy sebagai nelayan pesisir sejak dahulu kala.

Cerita dalam tarian berlanjut ketika para pemburu digambarkan mengalami kesulitan menangkap ikan. Tombak yang digunakan tidak lagi efektif, sehingga mereka terancam tidak memperoleh bahan makanan untuk keluarga dan komunitas adat.

Pada bagian ini, tarian menampilkan inovasi berburu ikan yang ditemukan masyarakat suku Moy, yakni dengan memanfaatkan akar tuba. Akar tersebut ditumbuk lalu ditebarkan ke perairan, sehingga ikan-ikan mengapung ke permukaan dan mudah ditangkap.

Secara keseluruhan, Tari Wutukala menyampaikan nilai-nilai rasa syukur, kerja sama, serta keterbukaan terhadap perubahan dalam kehidupan masyarakat. Tarian ini biasanya dipimpin oleh tetua adat dan diikuti para pemuda, sebagai simbol semangat generasi penerus dalam menghadapi tantangan hidup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *