KOTA TANGERANG– Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mensosialisasikan Gerakan Makan Ikan untuk Generasi Sehat dan Berkualitas dalam kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Plt Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP, Machmud, mengatakan Indonesia memiliki sumber daya perikanan yang melimpah dan harus dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
“Indonesia sangat kaya dengan sumber perikanan yang melimpah. Ini harus dimanfaatkan untuk kebutuhan pangan masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan MUI diselenggarakan oleh Komisi Pendidikan dan Kaderisasi (KPK) pada 24–25 Februari 2026 di Pondok Pesantren Tahfizh Darul Quran (DaQu), Kota Tangerang, Banten.
Tingkatkan Konsumsi Ikan di Kalangan Santri
Melalui kegiatan ini, KKP berharap para santri memahami manfaat konsumsi ikan bagi kesehatan dan kecerdasan. Dengan meningkatnya kesadaran di kalangan pelajar, diharapkan mereka dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masyarakat.
“Sehingga konsumsi ikan meningkat di kalangan siswa, dan mereka bisa menyampaikannya kepada masyarakat agar konsumsi ikan nasional semakin tinggi,” kata Machmud.
Ia menilai, peningkatan konsumsi ikan akan berdampak positif terhadap kualitas kesehatan masyarakat, menjadikannya lebih sehat, kuat, dan cerdas. Machmud juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di berbagai lembaga pendidikan dan organisasi masyarakat di seluruh Indonesia.
Digelar di Lima Lokasi, Libatkan 7.000 Peserta
Pesantren Kilat Ramadhan MUI mengusung tema “Remaja Berakhlak, Bangsa Bermartabat” dan rencananya digelar di lima lokasi dengan total peserta mencapai 7.000 orang.
Ketua KPK MUI, Dr. Kartini, menjelaskan tema tersebut diangkat untuk membentuk karakter, spiritualitas, dan kecerdasan emosional generasi muda.
“Kegiatan ini digelar secara hybrid dan melibatkan siswa atau santri di wilayah Jabodetabek,” ujarnya seusai acara, Selasa (25/2/2026).
Menurut Kartini, kegiatan ini juga bekerja sama dengan KKP dalam sosialisasi Gerakan Makan Ikan, serta melibatkan Kementerian Ketenagakerjaan dan Kwarnas Indonesia.
Materi Kepemimpinan hingga Anti-Bullying
Pesantren Kilat Ramadhan MUI menghadirkan beragam materi, mulai dari public speaking, leadership, entrepreneurship, hingga edukasi anti-bullying.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pembekalan tentang etika bermuamalah di media sosial sesuai Fatwa MUI Nomor 24 Tahun 2017.
Kegiatan ini turut dihadiri Sekjen MUI Buya Amirsyah Tambunan, Wasekjen MUI Bidang Pendidikan Prof Armai Arief, serta Pengasuh Pondok Pesantren Tahfizh Darul Quran, Yusuf Mansur.


